1. BUTIR-BUTIR REFLEKSI RASA HORMAT:
• Setiap manusia berharga.
• Bagian dari penghargaan diri adalah mengenal kualitas pribadi.
• Penghargaan seseorang adalah benih yang menumbuhkan kepercayaan diri.
• Saat kita menghargai diri sendiri, mudah untuk menghargai orang lain.
• Untuk mengetahui kelebihan pribadi dan menghargai kelebihan orang lain, adalah cara tepat mendapatkan rasa hormat.
• Orang yang menghargai akan mendapat penghargaan.
• Makin besar rasa hormat yang diukur atas dasar materi, makin besar keinginan untuk dipuji. Makin besar keinginan, makin mudah untuk jatuh dan kehilangan rasa hormat pada diri sendiri.
• Saat ada kekuatan rendah hati dalam rasa hormat pada orang lain, kebijaksanaan akan berkembang serta kita menjadi adil dan mudah menyesuaikan diri terhadap sesama.
• Setiap orang berhak untuk hidup dengan mulia dan penuh hormat, termasuk diriku.
• Satu rasa ketidakhormatan dapat menyebabkan pecahnya persatuan.
• Benih dari intoleransi adalah ketakutan dan ketidakpedulian.
2. BUTIR-BUTIR REFLEKSI KEJUJURAN:
• Kejujuran adalah mengatakan kebenaran.
• Saat aku jujur, aku merasa jernih.
• Orang yang percaya diri, jujur dan benar.
• Kejujuran berarti tidak kontradiksi dalam pikiran, kata, atau tindakan.
• Pikiran, kata-kata, tindakan yang jujur menciptakan harmoni.
• Kejujuran adalah kesadaran akan apa yang benar dan sesuai dengan perannya, tindakannya, dan hubungannya.
• Dengan ada kejujuran tidak ada kemunafikan atau kepalsuan yang menciptakan kebingungan dan ketidakpercayaan dalam pikiran dan hidup orang lain.
• Kejujuran membuat integritas dalam hidup, karena apa yang ada di dalam dan di luar diri adalah cerminan jiwa.
• Kejujuran untuk digunakan pada apa yang kamu percaya.
• Ada hubungan yang dalam antara kejujuran dan persahabatan.
• Ketamakan kadang ada pada akar ketidakjujuran.
• Orang yang jujur mengetahui bahwa kita semua saling berhubungan.
• Menjadi jujur pada diri dan dalam menghadapi tugas, akan mendapatkan kepercayaan diri dan mengilhami orang lain.
3. BUTIR-BUTIR REFLEKSI TANGGUNGJAWAB:
• Bertanggung jawab berarti melakukan tugasmu.
• Bertanggung jawab adalah menerima kebutuhannya dan melalkukan tugasmu dengan sebaik-baiknya.
• Bertanggung jawab melakukan tugasmu dengan sepenuh hati.
• Saat seseorang bertanggung jawab, ada kepuasan dalam kontribusinya. Sebagai orang yang bertanggung jawab, saya memiliki sesuatu yang bernilai untuk diberikan, demikian juga dengan yang lain.
• Orang yang bertanggung jawab mengetahui bagaimana berlaku adil, setiap orang mendapat bagiannya.
• Pada hak terdapat tanggungjawab.
• Tanggung jawab bukan hanya suatu kewajiban, tetapi juga sesuatu yang membantu kita mencapai tujuan.
• Tanggung jawab global memerlukan penghargaan atas seluruh umat manusia.
• Tanggung jawab adalah menggunakan seluruh daya untuk perubahan yang positif.
4. BUTIR-BUTIR REFLEKSI PERSATUAN:
• Persatuan adlah keharmonisan dengan dan antara individu dalam kelompok
• Persatuan dibangun dari saling berbagi pandangan, harapan, dan tujuan mulia atau demi kebaikan bersama.
• Persatuan membuat tantangan berat menjadi mudah.
• Stabilitas dari persatuan datang dari semangat persatuan dan kesatuan. Keutamaan dari persatuan adalah penhargaan untuk semua.
• Persatuan menciptakan pengalaman bekerja sama, meningkatkan antusiasme dalam menghadapi tantangan dan menciptakan suasana yang menguatkan.
• Saat individu berada dalam harmoni, adalah mungkin untuk stabil dan bekerja secara efektif dalam kelompok.
• Persatuan sejalan dengan pemusatan energi, dengan menerima dan menghargai nilai masing-masing partisipan dan kontribusi mereka yang unik, dan tetap loyal dalam menghadapi tantangan.
• Persatuan menginspirasi komitmen pribadi yang kuat dan pencapaian kolektif yang lebh besar.
• Satu rasa ketidakhormatan dapat menyebabkan pecahnya persatuan. Mengganggu yang lain, kritik yang menghancurkan dan terus menerus, mengawasi dan mengontrol adalah penghancur hubungan.
• Persatuan menciptakan rasa memiliki dan meningkatkan kebaikan untuk semua.
• Kemanusiaan tidak mampu mempertahankan persatuan, jika berhadapan dengan musuhnya: perang sipil, etnik, konflik, kemiskinan, kelaparan, dan pelanggaran hak manusia.
• Menciptakan persatuan di dunia memberikan setiap individu, kemampuan untuk melihat semua manusia sebagai satu keluarga besar dan memusatkan perhatian pada satu arah serta nilai positif.
• Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
5. BUTIR-BUTIR REFLEKSI TOLERANSI:
• Kedamaian adalah tujuan, toleransi adalah metodenya.
• Toleransi adalah terbuka dan reseptif pada indahnya perbedaan.
• Toleransi menghadapi individu dan perbedaannya, menghapus topeng dan ketegangan yang disebabkan oleh ketidakpedulian. Menyediakan kesempatan untuk menemukan dan menghapus stigma yang disebabkan oleh kebanggaan, agama, dan apa yang diwariskan.
• Toleransi adalah saling menghargai melalui saling pengertian.
• Benih dari intoleransi adalah ketakutan dan ketidakpedulian.
• Benih dari toleransi adalah cinta dan kasih sayang.
• Jika tidak ada cinta, maka tidak ada toleransi.
• Yang tahu menghargai kebaikan dalam diri orang lain dan situasi memiliki toleransi.
• Toleransi adalah kemampuan menghadapi situasi.
• Toleransi terhadap ketidaknyamanan hidup adalah dengan membiarkannya berlalu, ringan, membiarkan orang lain ringan.
• Melalui pengertian dan keterbukaan pikiran, orang yang toleransi memperlakukan orang lain secara berbeda, menerimanya, menyesuaikan diri, dan menunjukkan toleransinya.
6. BUTIR-BUTIR REFLEKSI RENDAH HATI:
• Rendah hati didasarkan pada menghargai diri.
• Dengan rasa hormat diri didapatkan pengetahuan akan kekuatan diri. Dengan keseimbangan dari hormat diri dan rendah hati, ada penerimaan dan penghargaan kualitas seseorang dalam dirinya.
• Kerendahan hati mengizinkan diri untuk tumbuh dalam kemuliaan dan integritas –tidak memerlukan pembuktian dari luar.
• Kerendahan hati melenyapkan kesombongan.
• Kerendahan hati menjadikan ringan dalam menghadapi tantangan.
• Rendah hati sebagai nilai --tertinggi-- mengizinkan diri dan kemuliaannya bekerja untuk dunia yang lebih baik.
• Pribadi yang rendah hati mendengarkan dan menerima orang lain.
• Rendah hati adalah tetap teguh dan mempertahankan kekuatan diri serta tidak berkeinginan untuk mengatur yang lainnya.
• Rendah hati mengurangi perasaan posesif yang membangun dinding kesombongan.
• Rendah hati mengizinkan seseorang besar dalam hati yang lainnya.
• Rendah hati menciptakan pikiran yang terbuka dan pengakuan atas kekuatan diri dan orang lain. Kesombongan merusak atau menghancurkan nilai-nilai dari setiap pribadi, dan pelanggaran atas hak pribadi.
• Kecenderungan untuk menekan, mendominasi, dan membatasi kebebasan orang lain untuk membuktikan dirimu, mengurangi pengalaman akan kebaikan, kemuliaan, dan ketenangan jiwa.
7. BUTIR-BUTIR REFLEKSI KERJA SAMA:
• Kerja sama terjadi saat orang bekerja bersama mencapai tujuan bersama.
• Kerja sama membutuhkan pengenalan akan nilai dan keikutsertaan semua pribadi dan bagaimana mempertahankan sikap baik.
• Orang yang bekerja sama menciptakan kehendak baik dan perasaan murni pada sesama dan dan tugas yang dihadapi.
• Saat bekerja sama, ada kebutuhan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Kadang kita membutuhkan sebuah ide, kadang perlu untuk membuang ide kita. Kadang kita perlu memimpin, dan kadang kita perlu mengikuti.
• Kerja sama direkat oleh prinsip saling menghargai.
• Orang yang bekerja sama, menerima kerja sama.
• Di mana ada kasih sayang, di sana ada kerja sama.
• Keberanian, pertimbangan, pemeliharaan, dan membagi keuntungan adalah dasar untuk kerja sama.
• Dengan tetap sadar akan nilaiku, aku bekerja sama.
8. BUTIR-BUTIR REFLEKSI KESEDERHANAAN:
• Kesederhanaan itu alami.
• Kesederhanaan adalah belajar dari alam.
• Kesederhanaan itu indah.
• Kesederhanaan membuat rileks.
• Kesederhanaan adalah menjadi alami.
• Kesederhanaan adalah berada di saat ini dan tidak membuat masalah menjadi rumit.
• Kesederhanaan adalah belajar dari kebijaksanaan budaya asli daerah.
• Kesederhanaan adalah memberikan kesabaran, persahabatan, dan dorongan semangat.
• Kesederhanaan adalah menikmati pikiran dan intelek yang murni.
• Kesederhanaan menggunakan isting dan intuisi untuk menciptakan pikiran dan perasaan yang empatis.
• Kesederhanaan menghargai kecantikan hati dan mengenali nilai dari semua aktor kehidupan, bahkan yang terburuk sekalipun.
• Kesederhanaan mengajarkan kita untuk hidup ekonomis –bagaimana menggunakan sumber alam dengan bijaksana, memikirkan kepentingan generasi yang akan datang.
• Kesederhanaan mengajak orang memikirkan kembali nilai mereka.
• Kesederhanaan mempertanyakan apakah kita terbujuk menggunakan produk yang tidak perlu. Godaan psikologis menciptakan kebutuhan semua. Hasrat menstimulasi keinginan akan hal remeh. Yang merupakan akibat dari pertarungan antara kerakusan, ketakutan, tekanan kelompok, dan identitas diri yang salah. Pemenuhan kehidupan dasar menciptakan kenyamanan gaya hidup. Sementara kelebihan dan kekurangannya mengakibatkan kesia-siaan.
• Kesederhanaan mengurangi jurang antara si kaya dan si miskin. Dengan cara menunjukkan logika ekonomi berdasarkan: mengumpulkan, menabung, dan berbagi dalam pengorbanan, keuntungan, dan kekayaan, sehingga ada keadilan sosial.
9. BUTIR-BUTIR REFLEKSI KEBEBASAN:
• Kebebasan berdampingan dengan pikiran dan hati.
• Orang yang menginginkan kebebasan untuk mencapai hidup yang bermanfaat, untuk memilih secara bebas gaya hidup yang sesuai dengan dirinya, dan anak-anaknya dapat tumbuh secara sehat, dana dapat berkembang melalui hasil karyanya, melalui tangan, kepala, dan hati mereka.
• Kebebasan dapat disalah artikan menjadi payung yang luas dan tak terhingga, yang memberikan izin untuk ‘melakukan apa yang aku sukai, kapan dan kepada siapa pun yang aku mau’. Konsep tersebut menyalahi dan menggunakan secara salah arti kebebasan.
• Kebebasan sejati diterapkan dan dialami jika parameternya tepat dan dapat dipahami. Parameternya ditentukan oleh prinsip persamaan hak bagi semua. Sebagai contoh, hak kedamaian, kebahagiaan dan keadilan --tak tergantung pada agama, kebudayaan dan gender-- adalah inheren.
• Melanggar hak dari seseorang atau sekelompok orang untuk kebebasan diri, keluarga atau bangsa adalah penyalahgunaan kebebasan. Penyalahgunaan kebebasan dapat menyebabkan penjajahan –ada yang menjajah dan terjajah.
• Kebebasan sejati ada jika ada keseimbangan antara hak dan kewajiban, dan pilihan seimbang dengaan akonsekuensinya.
• Kebebasan diri adalah bebas dari kebimbangan dan kerumitan dalam pikiran, intelek dan hati, yang timbul dari negativiitas.
• Kebebasan diri dialami jika saya memiliki pikiran yang positif tentang orang lain dan diri saya.
• Kebebasan adalah proses. Bagaimana saya menciptakan dan memelihara kebebasan saya.
• Transformasi diri memulai proses transformasi dunia. Dunia tidak akan bebas dari perang dan kektidakadilan sampai diri individu bebas.
• Kekuatan utama untuk mengakhiri perang internal dan eksternal adalah kesadaran manusia. Apa pun bentuk kebebasan yang dilandasi kesadaran manusia, memerdekakan dan menguatkan.
Sumber: Diane Tillman, Living Values Activities for Young Adults, Jakarta: Grasindo, 2004.
Ditulis ulang oleh: Ajat Sudrajat, Jur. Pendidikan Sejarah, Prodi Ilmu Sejaerah FISE UNY.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar